METROINFONEWS.COM | MAKASSAR – Minggu 11 Januari 2026 – Komite Rakyat Demokratik (KOMRAD) melaksanakan kegiatan perekrutan anggota baru bertajuk Black School di Kota Makassar, Sabtu (10/1/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung aman, tertib, dan berjalan lancar serta mendapat antusiasme tinggi dari pemuda-pemudi di berbagai wilayah Kota Makassar.
Dewan Komando KOMRAD, Yayat, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya kegiatan perekrutan tersebut. Ia menilai agenda ini mampu menarik simpati generasi muda dari beragam latar belakang sosial.
“Alhamdulillah, kegiatan perekrutan anggota KOMRAD berjalan aman dan lancar serta menarik simpati pemuda-pemudi dari berbagai kalangan,” ujar Yayat.
Menurutnya, peserta yang mengikuti perekrutan kali ini didominasi oleh anak-anak putus sekolah. Bahkan, sebagian di antaranya diketahui masih terlibat dalam berbagai bentuk kenakalan remaja di sejumlah wilayah.
Dalam kegiatan tersebut, KOMRAD membuka ruang dialog dan diskusi bersama para peserta, khususnya mereka yang masih aktif dalam aktivitas yang berpotensi melanggar hukum.
“Pada kesempatan ini, kami rembuk bersama, mendengarkan satu per satu keluh kesah mereka. Kami ajak untuk sama-sama berbenah, belajar bersama, dan perlahan mengubah kebiasaan yang berpotensi melawan hukum,” jelasnya.
Selain anak putus sekolah, perekrutan anggota baru KOMRAD juga diikuti oleh kalangan mahasiswa dan pelajar dari berbagai daerah. Yayat menegaskan bahwa KOMRAD merupakan organisasi yang terbuka untuk umum dan menjadi ruang belajar bersama bagi generasi muda.
“Kegiatan perekrutan ini juga diikuti oleh mahasiswa dan pelajar. Mereka ingin sama-sama belajar dan berproses di KOMRAD,” pungkasnya.
Lebih lanjut, Yayat mengungkapkan bahwa ke depan KOMRAD akan memprioritaskan agenda pendataan terhadap anak-anak yang putus sekolah. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui sejauh mana minat dan niat mereka dalam melanjutkan pendidikan.
“Ada hal menarik dari kegiatan ini. Beberapa anggota baru meskipun putus sekolah, masih memiliki niat kuat untuk kembali melanjutkan pendidikan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, faktor utama penyebab putus sekolah yang dialami peserta adalah keterbatasan ekonomi.
Oleh karena itu, KOMRAD berharap adanya perhatian dan keterlibatan pemerintah terkait dalam memberikan akses pendidikan bagi mereka.
“Kami berharap pemerintah dapat berpartisipasi membuka ruang bagi anak-anak putus sekolah untuk mengikuti pendidikan kesetaraan atau paket ujian susulan tanpa dipungut biaya,” tutup Yayat.(/*)Ir.T











