METROINFONEWS.COM | Samarinda — Presiden Toddopuli Indonesia Bersatu, Syafriadi Djaenaf, melontarkan kritik tajam terhadap lemahnya pengawasan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Samarinda, menyusul temuan maraknya penggunaan alat komunikasi berupa handphone oleh warga binaan.
“Ini bukan sekadar pelanggaran prosedur, tapi bentuk pembiaran yang mencederai integritas sistem pemasyarakatan kita,” tegas Syafriadi dalam pernyataan resminya, Jumat (22/8).
Menurutnya, kebebasan warga binaan dalam mengakses alat komunikasi secara ilegal berpotensi membuka celah bagi praktik-praktik kriminal yang dikendalikan dari balik jeruji. Ia menuntut agar Kementerian Hukum dan HAM segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan di rutan tersebut.
“Kami mendesak adanya audit independen, serta penegakan disiplin terhadap oknum yang terindikasi lalai atau terlibat,” tambahnya.
Syafriadi juga menekankan pentingnya transparansi publik dalam penanganan kasus ini, agar kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum tidak semakin tergerus.
Toddopuli Indonesia Bersatu menyatakan siap mengawal issue ini hingga tuntas, sebagai bagian dari komitmen organisasi dalam memperjuangkan keadilan dan tata kelola pemerintahan yang bersih.(/*)red











